Showing posts with label teknik sablon. Show all posts
Showing posts with label teknik sablon. Show all posts

Thursday, 17 February 2011

Cara Sablon Kaos

 

1 Agu
Sudah lama nih kami tidak menerbitkan artikel, maklum kami agak sibuk.
Artikel sablon kaos tahap-demi-tahap ini kami harapkan dapat membantu keinginan anda untuk berwiraswasta. Mari kita mulai…
Tentunya anda harus menyiapkan bahan dan alat2 untuk menyablon kaos, antara lain:
  • Kaos yang akan dicetak (ya iya dong….)
  • Papan tripleks sesuai besar kaos
  • Rangka/screen dengan gambar yang sudah  diafdruk (lihat cara afdruk)
  • Rakel yang sudah terpasang di pegangan rakel
  • Tinta sablon tekstil (untuk demo ini kami pakai 3 warna)
  • Beberapa lembar plastik
  • Selotip
  • Kain katun perca & air secukupnya untuk lap sisa tinta.
Step 1.
Masukkan tatakan tripleks ke dalam kaos agar tinta tidak merembes ke bagian belakang kaos dan menstabilkan kaos waktu disablon.
Siapkan kaos
1. Siapkan kaos
Step 2.
Letakkan rangka / screen / kasa sablon di atas kaos.  Posisikan gambar sesuai dengan keinginan perancang.
Bagian pertama yang akan disablon adalah “Live In” dengan warna HIJAU. Tutupi gambar yang lain dengan selembar plastik dan selotip secukupnya. Lihat gambar berikut.
xxxxx
2. Posisikan rangka sesuai rancangan
Step 3.
Tuangkan tinta sablon di tepi gambar seperti contoh di bawah ini.
Tuang tinta di tepi gambar
3. Tuang tinta di tepi gambar
Step 4.
Tarik cat sablon tersebut ke arah kiri dengan tekanan yang rata. Cukup satu kali tarikan.
4. Tarik tinta ke kiri
4. Tarik tinta ke kiri
Step 5.
Sablon kaos berikutnya sampai semua kaos tersablon dengan gambar bagian pertama.
5. Hasil tahap pertama
5. Hasil tahap pertama
Step 6.
Letakkan kaos yang sudah disablon sedemikian rupa agar ruang kerja / ruang gerak anda tetap leluasa (tidak menghambat efesiensi kerja).
Bersihkan/cuci tinta dari rangka dan siapkan gambar bagian berikutnya (untuk demo ini adalah  gambar bagian tengah yang berwarna HITAM). Tutup bagian lain dengan plastik & selotip.
6. Atur hasil sablonan
6. Atur hasil sablonan
Step 7.
Ulangi step 2 – 6 untuk bagian ke dua.
7. Hasil sablon bagian ke dua
7. Hasil sablon bagian ke dua
Step 8.
Ulangi proses menyablonan sampai selesai. Siapkan penyablonan bagian ke tiga (warna MERAH)
8. Susunan hasil sablon bagian ke dua
8. Susunan hasil sablon bagian ke dua
Step 9.
Makin lama makin mudah bukan? Yang penting waktu meletakkan gambar di screen untuk “mewarnai” salib tersebut, posisinya harus tepat.
9. Hasil sablon bagian ke tiga
9. Hasil sablon bagian ke tiga
Step 10.
Sudah hampir selesai proyek ini. Satu bagian lagi…. warna HIJAU (sama dengan warna huruf “Live In”)

10. Hasil sablon bagian ke tiga
10. Kumpulan hasil sablon bagian ke tiga
Step 11.
Sekali lagi… penempatan screen harus tepat agar hasilnya prima.

11. Tulisan warna hijau pada gambar pita
11. Tulisan warna hijau pada gambar pita

Step 12.
Bila semua kaos sudah tersablon, tunggu sampai tinta betul-betul kering sebelum kaos dilipat untuk dikirimkan ke pemesan.

12. Proyek sudah selesai ...
12. Proyek sudah selesai ...
Jangan lupa segera bersihkan screen sebersih mungkin dari tinta sablon untuk  pesanan sablon berikut yang sama design-nya.
TIPS: Ada manfaatnya bila anda berlatih dulu sebelum menyablon ke kaos pesanan. Semakin banyak anda berlatih semakin lancar prosesnya.
Bila ada pertanyaan atau saran, jangan ragu untuk tinggalkan komentar anda pada blog ini atau silakan hubungi kami/kunjungi percetakan & sablon JALAKEMAS...

Selamat Menyablon!

Wednesday, 16 February 2011

Proses Afdruk dan Sablon


Afdruk dan Menyablon Kaos
Afdruk sendiri merupakan sebuah tahap untuk merekam / meng-copy gambar di film ke atas screen. Obat yang digunakan sebagai ‘tinta’nya master cetak. Obat yang digunakan adalah Ulano TZ / Chromatin.
Langkah – langkahnya adalah;
  1. Sebaiknya bingkai screen yang baru dibeli, dicuci dengan sabun krim terlebih dahulu dengan menggunakan kain perca sebagai penyikatnya, dikhawatirkan ada bekas cairan cat yang mengering atau endapan debu dsb, yang dapat merusak jaring kain screen. Setelah dicuci dikeringkan dengan hairdryer (jangan terlalu dekat karena panasnya akan merusak kain screen) atau dengan kipas angin yang tidak membelakangi tumpukan pasir atau debu yang akan mengotori kembali screen yang sudah dicuci. Bisa dengan panas matahari, tapi dengan posisi screen berdiri,
  2. Sementara screen dibersihkan, campurkan Ulano dengan sensitizer, sesuaikan dengan pemakaian, jika Anda hanya membutuhkan satu screen berarti tidak perlu mencampurnya sampai satu botol ulano, disarankan Ulano yang telah dicampur diberi satu tetes tinta yang warnanya tidak termasuk di dalam warna yang akan disablon, agar mudah membaca detail-detail sesuai gambar,
  3. Setelah screen dinyatakan bersih dan kering, lapisi dengan ulano TZ menggunakan mika atau penggaris (boleh saja menggunakan rakel tapi kalau hasilnya terlalu tebal sebaiknya tidak menggunakan rakel), sesuaikan dengan besarnya gambar yang akan dicetak, bagian depan dan belakang bingkai screen,
  4. Jika screen benar-benar sudah tertutup Ulano, keringkan dengan hairdryer saja (jika menggunakan kipas angin akan sangat lama keringnya). Jangan pernah menggunakan cahaya apapun terutama panas cahaya matahari untuk mengeringkan,
  5. Setelah Ulano mengering, pindahkan gambar yang ada di film / klise sablon atau kertas HVS hasil printer yang sudah dilumuri minyak sayur. Dengan cara, letakkan gambar tersebut terbalik dibagian depan screen, ditutup kaca 5mm lalu bagian dalam atau belakang screen diberi bantalan kain hitam, pencahayaan bisa dengan dua cara, yaitu;
    - Cahaya UV dari Matahari, urutannya kaca, film, screen, bantal kain hitam (bisa ditambah pemberat lainnya untuk menekan bantal) hadapkan ke cahaya matahari selama + 20 detik.
    - Cahaya Lampu Neon 2 x 40watt, urutannya sama tetapi tidak perlu lagi kaca 5mm karena sudah ada di meja, jika menggunakan meja afdruk bedanya menghadap ke bawah ke arah lampu, sinari + 15 menit,
  6. Setelah disinari, screen disiram dengan air bersih terlebih dahulu, dipastikan tidak ada kotoran debu / batu kecil yang jika disemprot akan merusak, bukan hanya gambar yang sudah dipindahkan tetapi kain screen bisa rusak/robek. Juga fungsinya untuk melunakkan lapisan Ulano yang tidak terkena sinar,
  7. Semprotkan air dengan panduan gambar yang telah diprint, maksudnya agar detail-detail gambar yang sangat kecil mudah terbaca. (jika ada detail rusak karena semprotan air terlalu keras, lapisi Ulano dengan menggunakan Cutton bud),
  8. Setelah disemprot, keringkan dengan hairdryer, karena dibutuhkan angin dan panas agar lebih cepat mengering. Jika cuaca tidak mendung, boleh saja menggunakan panas matahari,
  9. Lapisi bagian pinggir Ulano di screen dengan lakban coklat, bagian sisi depan gambar dan belakang agar tidak terjadi tembusnya tinta yang tidak sesuai dengan gambar aslinya dan agar tinta tidak masuk ke sela-sela / pojok screen yang akan sulit dibersihkan,
  10. Lalu screen diberi catok jika ingin mencetak menggunakan meja,
  11. Kaos yang sudah dimasukan triplek bagian dalamnya diletakan di atas meja di bawah screen, jika memproduksi sablon dengan jumlah kaos yang sangat banyak, gunakan Mal / Pembatas agar ukuran/letak sablon sama,
  12. Sebelum di atas kaos, gunakan koran untuk memastikan tidak ada tinta yang tembus tidak semestinya,
  13. Letakkan tinta yang sudah dicampur cairan penguat/perekat khusus, fungsinya agar tinta yang mengandung rubber tidak mudah pecah, pada saat dicuci dan disetrika. (bisa ditanyakan ke penjual alat sablon), gunakan rakel untuk meratakannya,
  14. Jika dalam pola gambar terdapat lis atau garis di pinggir huruf misalnya, sebaiknya lis dicetak belakangan. Karena harus disesuaikan apabila letak tidak sesuai, dengan cara sistim todong / buka catok,
  15. Jika sudah selesai, sebaiknya screen langsung dicuci dengan sabun krim tentu dengan kain perca sebagai sikatnya. Walaupun menggunakan tinta berbasis air, apabila screen tidak langsung dibersihkan akan sesulit membersihkan tinta berbasis minyak,
  16. Lepas kaos dari triplek jika sudah kering yang sebelumnya dihadapkan dengan kipas angin, hindarkan triplek dari benang-benang sisa jahitan konveksi (bagian dalam kaos) yang menempel karena dapat mempengaruhi hasil sablonan berikutnya.

Thursday, 10 February 2011

Cara Mengafdruk Film Sablon (bag I)

 Untuk mencetak sablon (tradisional) di atas permukaan kertas, plastik, atau tekstil, anda perlu memindahkan gambar/desain yang akan dicetak ke kain kasa / screen di rangka sablon. Proses tersebut dinamakan Afdruk. Tahap-tahap pengafdrukan kami jelaskan sebagai berikut:

Dengan menggunakan Kuter/Cutter (lihat gambar 1), oleskan obat afdruk pada kain kasa / screen pada bagian luarnya terlebih dahulu. Dimulai dari bawah kearah atas dengan tekanan yang rata.
Cara Afdruk Gb. 1
Cara Afdruk Gb. 1
Ulangi 1x lagi dimulai dari bawah ke atas  (gambar 2) seraya meratakan obat afdruk yang sudah melapisi kain kasa/ screen tersebut.
Cara Afdruk Gb. 2
Cara Afdruk Gb. 2
Kemudian lakukan seperti tahap 1 & tahap 2 pada bagian dalam kain kasa/screen (gambar 3) sebanyak 2x hingga rata.
Cara Afdruk Gb. 3
Cara Afdruk Gb. 3
Bila obat afdruk sudah merata di semua permukaan kain kasa /screen maka dilanjutkan dengan proses pengeringan di tempat yang tidak terlalu banyak cahaya (Tidak terkena cahaya langsung) hingga seluruh permukaan kain kasa yang masih basah oleh obat afdruk menjadi kering.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan hairdryer / oven atau kipas angin yang diarahkan ke permukaan screen (gambar 4).
Cara Afdruk Gb. 4
Cara Afdruk Gb. 4
Tahap selanjutnya dengan menaruh gambar film / setting yang hendak di afdruk diatas kain kasa/ screen (gambar 5). Sebagai perekatnya dapat menggunakan selotip (cellotape).
Cara Afdruk Gb. 5
Cara Afdruk Gb. 5
Perlu diperhatikan:
Dalam meletakkan film harus terbalik/ dalam dunia percetakan disebut sebagai reverse image (tidak terbaca) seperti gambar 5b di bawah ini.
Cara Afdruk Gb. 5b
Cara Afdruk Gb. 5b
Catatan: Kami sengaja mengaburkan sebagian gambar di atas untuk melindungi privasi data klien kami.
Untuk tahap berikutnya yaitu penyinaran dan pengembangan gambar di kain kasa, akan kami bahas di tulisan yang akan datang. Untuk sementara ini bila anda mempunyai pertanyaan, saran, atau komentar, silakan tulis di bagian komentar blog ini.
Kami harap anda dapat mengambil manfaat dari tulisan ini dan kembali mengunjungi kami untuk mempelajari bag11 cara mengafdruk film....see you.

CARA MENENTUKAN WAKTU PENYINARAN AFDRUK

Pada tulisan yang lalu mengenai cara afdruk, saya berjanji untuk membahas cara penentuan waktu penyinaran. Rupanya, masalah penentuan waktu ini menjadi misteri bagi beberapa orang yang  mencoba untuk menangani pengafdrukan sendiri.
Banyak merk obat afdruk yang beredar di pasaran, dan pada umumnya masing-masing produk sudah merekomendasikan ukuran waktu penyinaran. Tetapi informasi produk tersebut tidak menjelaskan lebih rinci bahwa waktu penyinaran itu dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.
Perlu kita ketahui bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi waktu penyinaran itu antara lain:
  1. Besaran Watt lampu yang digunakan.
  2. Jumlah lampu yang digunakan.
  3. Jarak antara Bidang yang akan diafdruk dengan Lampu.
  4. Ukuran Mesh ( halus kasarnya) bahan kain screen.
  5. Faktor X dari Arus Listrik.
Disini saya akan membahas cara menentukan waktu penyinaran afdruk dengan melakukan eksperimen. Saya berasumsi bahwa ke lima faktor di atas pada ruang afdruk anda berbeda dengan ruang afdruk saya.
Seperti yang mungkin anda telah ketahui, eksperimen tidak menjamin kesuksesan pada percobaan yang pertama ataupun yang ke dua. Harapan saya, bila eksperimen anda tidak berhasil pada percobaan yang pertama, ke dua, ataupun yang ke tiga, eksperimen berikutnya  akan membuahkan hasil sukses.
Kunci sukses: Jangan cepat putus asa atau frustrasi. Belajarlah dari tiap kegagalan tersebut agar kita tidak mengulanginya di masa mendatang.
OK, untuk menghemat waktu mari kita mulai belajar dari “kegagalan” ini! Nah apapun obat afdruk yang anda pakai, pasti anda tetap akan berhasil melakukan pengafdrukan ini.

ILUSTRASI

Untuk eksperimen ini, siapkan secarik kertas dan pulpen.
  1. Beri titik disebelah kira dan beri tanda angka 0
  2. Kemudian tarik garis lurus secara horizontal kearah kanan
  3. Beri titik disebelah kanan dan beri tanda angka 20
  4. Selanjutnya beri titik tepat digaris tengahnya dan beri tanda 10
Garis waktu pertama
Garis waktu pertama

Eksperimen Pertama

Beri waktu penyinaran pada screen yang hendak diafdruk selama 10 menit.
Setelah 10 menit, lakukan tahap-tahap berikut ini:
Tahap I. Sebelum melakukan pengembangan dengan menyiram air pada screen, lihat dahulu apakah terlihat perbedaan bayangan yang terjiplak pada bahan screen tersebut?
Ada 2 kemungkinan yang terjadi disini:
  1. Bayangan gambar pada bahan kain screen tidak terlihat/timbul.
  2. Bayangan gambar pada bahan kain screen tersebut tampak dengan jelas.
Tahap II. Selanjutnya kita lakukan penyiraman dengan air dan mengembangkan gambar dengan cara menyemprotnya secara halus.
Ada 2 kemungkinan yang terjadi disini:
  1. Obat afdruk yang merekat pada bahan kain screen langsung larut bersama air saat kita siram.
  2. Bayangan gambar mulai terlihat lebih jelas lagi.
Bagan Hasil Penyinaran
Bagan Hasil Penyinaran
Jika pada tahap I dan tahap II, anda mendapatkan kemungkinan yg ke dua (bayangan gambar tampak jelas sebelum penyiraman DAN bayangan gambar terlihat lebih jelas lagi SESUDAH penyiraman dan penyemprotan), maka eksperimen pertama ini sudah sukses bagi anda.
Akan tetapi bila pada tahap I  dan tahap II, anda mendapat kemungkinan yg pertama (bayangan gambar pada screen tidak jelas dan/atau obat adruk pada screen larut), maka eksperimen ini gagal.
Anda sudah memiliki pengalaman dan kegagalan satu kali. Itu bagus untuk Anda!
Mengapa?
Karena Pengalaman dan Kegagalan adalah kunci Keberhasilan Anda
Selanjutnya mari kita lakukan eksperimen yang ke dua.
Ambil CATATAN Anda yang tadi, beri tanda pada angka 10 tadi dengan (-) yang artinya kurang waktu.
Sekarang beri tanda titik tepat ditengah garis antara angka 10 dan 20 dan beri angka 15
Garis Waktu Ke dua
Garis Waktu Ke dua

Eksperimen Ke dua

Mari kita lakukan pengafdrukan kembali dengan waktu penyinaran selama 15 menit.
Lakukan pengamatan seperti saat eksperimen pertama.
Jika ternyata setelah dilakukan penyiraman hasil yang didapat adalah sbb:
  1. Ada bayangan terlihat pada bahan screen
  2. Saat pengembangan dengan menyiram air, bayangan terlihat lebih jelas.
  3. Saat pengembangan lebih lanjut dengan menggunakan spray gun / semprotan ternyata gambar yang sudah timbul menjadi rontok atau hancur gambarnya.
Dari kegagalan ke 2 ini, kita dapat menyimpulkan bahwa waktu penyinaran masih belum sempurna dan masih belum cukup waktu penyinarannya.
Tidak apa-apa, jangan pantang menyerah karena anda sudah lebih berpengalaman.
Ambil kembali CATATAN kertas tadi dan beri tanda pada angka 15 dan beri tanda (-/+) yang artinya waktu penyinaran hampir mencukupi.

Eksperimen Ke tiga

Lakukan kembali pengafdrukan seperti di atas dan beri waktu penyinaran selama 20 menit.
Lakukan pengamatan seperti saat eksperimen sebelumnya.
Apabila ternyata setelah dilakukan penyiraman hasil yang didapat adalah sbb:
  1. Ada bayangan terlihat pada bahan screen
  2. Saat pengembangan dengan menyiram air, bayangan terlihat lebih jelas.
  3. Saat pengembangan lebih lanjut dengan menggunakan spray gun / semprotanternyata gambar yang sudah timbul tidak mudah tembus atau susah dibuka.
Dari hasil di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa waktu penyinaran yang diberikan ternyata terlalu lama, sehingga gambar yang ingin dibuka susah untuk ditembus dengan spray gun.
Wah capai juga yah jika gagal terus?
Sabar boss, ingat kegagalan adalah kunci sukses untuk mencapai keberhasilan.
Ambil kembali CATATAN yang tadi dan beri tanda pada angka 20 dengan tanda (+) yang berarti waktu penyinaran kelebihan/ terlalu lama.
Nah kini beri tanda titik lagi tepat ditengah antara angka 15 dan 20. Beri angka 17,5.
Garis Waktu Ke tiga
Garis Waktu Ke tiga
Keberhasilan.
Mungkin anda berpikir, “Wah gagal lagi gak neh???”
Tenang yang ini pasti berhasil boss.
Kenapa bisa saya yakin kalau ini berhasil? Karena dari pengalaman saat melakukan penyinaran 15 menit gambar sudah mulai terbuka namun akhirnya gambar yang timbul akhirnya rontok karena penyemprotan dengan menggunakan spray gun. Sedangkan, saat waktu penyinaran yang 20 menit ternyata gagal karena gambar tidak bisa dibuka. Kesimpulannya, anda harus menyesuaikan waktu penyinaran di antara 15 dan 20 menit.
Catatan:
Ini adalah ilustrasi dimana penempatan waktu bisa anda atur sendiri antara satuan menit atau puluhan menit, karena setiap penyinaran yang tepat itu tergantung dari beberapa faktor yang ikut mempengaruhinya, seperti yang saya jelaskan pada paragraf di awal artikel ini. Mengenai penjelasan lebih rinci dan rekomendasi tentang ke lima faktor tersebut di atas, kami akan bahas di tulisan mendatang. Jadi jangan lupa untuk sering-sering mengunjungi blog kami.
Mudah-mudahan pelajaran ini dapat bermanfaat bagi anda. Bila ada pertanyaan, silakan hubungi kami melalui komentar atau email.
Selamat mencoba.

CARA AFDRUK DALAM MENYABLON KAOS

Afdruk dan Menyablon Kaos
Afdruk sendiri merupakan sebuah tahap untuk merekam / meng-copy gambar di film ke atas screen. Obat yang digunakan sebagai ‘tinta’nya master cetak. Obat yang digunakan adalah Ulano TZ / Chromatin.
Langkah – langkahnya adalah;
  1. Sebaiknya bingkai screen yang baru dibeli, dicuci dengan sabun krim terlebih dahulu dengan menggunakan kain perca sebagai penyikatnya, dikhawatirkan ada bekas cairan cat yang mengering atau endapan debu dsb, yang dapat merusak jaring kain screen. Setelah dicuci dikeringkan dengan hairdryer (jangan terlalu dekat karena panasnya akan merusak kain screen) atau dengan kipas angin yang tidak membelakangi tumpukan pasir atau debu yang akan mengotori kembali screen yang sudah dicuci. Bisa dengan panas matahari, tapi dengan posisi screen berdiri,
  2. Sementara screen dibersihkan, campurkan Ulano dengan sensitizer, sesuaikan dengan pemakaian, jika Anda hanya membutuhkan satu screen berarti tidak perlu mencampurnya sampai satu botol ulano, disarankan Ulano yang telah dicampur diberi satu tetes tinta yang warnanya tidak termasuk di dalam warna yang akan disablon, agar mudah membaca detail-detail sesuai gambar,
  3. Setelah screen dinyatakan bersih dan kering, lapisi dengan ulano TZ menggunakan mika atau penggaris (boleh saja menggunakan rakel tapi kalau hasilnya terlalu tebal sebaiknya tidak menggunakan rakel), sesuaikan dengan besarnya gambar yang akan dicetak, bagian depan dan belakang bingkai screen,
  4. Jika screen benar-benar sudah tertutup Ulano, keringkan dengan hairdryer saja (jika menggunakan kipas angin akan sangat lama keringnya). Jangan pernah menggunakan cahaya apapun terutama panas cahaya matahari untuk mengeringkan,
  5. Setelah Ulano mengering, pindahkan gambar yang ada di film / klise sablon atau kertas HVS hasil printer yang sudah dilumuri minyak sayur. Dengan cara, letakkan gambar tersebut terbalik dibagian depan screen, ditutup kaca 5mm lalu bagian dalam atau belakang screen diberi bantalan kain hitam, pencahayaan bisa dengan dua cara, yaitu;
    - Cahaya UV dari Matahari, urutannya kaca, film, screen, bantal kain hitam (bisa ditambah pemberat lainnya untuk menekan bantal) hadapkan ke cahaya matahari selama + 20 detik.
    - Cahaya Lampu Neon 2 x 40watt, urutannya sama tetapi tidak perlu lagi kaca 5mm karena sudah ada di meja, jika menggunakan meja afdruk bedanya menghadap ke bawah ke arah lampu, sinari + 15 menit,
  6. Setelah disinari, screen disiram dengan air bersih terlebih dahulu, dipastikan tidak ada kotoran debu / batu kecil yang jika disemprot akan merusak, bukan hanya gambar yang sudah dipindahkan tetapi kain screen bisa rusak/robek. Juga fungsinya untuk melunakkan lapisan Ulano yang tidak terkena sinar,
  7. Semprotkan air dengan panduan gambar yang telah diprint, maksudnya agar detail-detail gambar yang sangat kecil mudah terbaca. (jika ada detail rusak karena semprotan air terlalu keras, lapisi Ulano dengan menggunakan Cutton bud),
  8. Setelah disemprot, keringkan dengan hairdryer, karena dibutuhkan angin dan panas agar lebih cepat mengering. Jika cuaca tidak mendung, boleh saja menggunakan panas matahari,
  9. Lapisi bagian pinggir Ulano di screen dengan lakban coklat, bagian sisi depan gambar dan belakang agar tidak terjadi tembusnya tinta yang tidak sesuai dengan gambar aslinya dan agar tinta tidak masuk ke sela-sela / pojok screen yang akan sulit dibersihkan,
  10. Lalu screen diberi catok jika ingin mencetak menggunakan meja,
  11. Kaos yang sudah dimasukan triplek bagian dalamnya diletakan di atas meja di bawah screen, jika memproduksi sablon dengan jumlah kaos yang sangat banyak, gunakan Mal / Pembatas agar ukuran/letak sablon sama,
  12. Sebelum di atas kaos, gunakan koran untuk memastikan tidak ada tinta yang tembus tidak semestinya,
  13. Letakkan tinta yang sudah dicampur cairan penguat/perekat khusus, fungsinya agar tinta yang mengandung rubber tidak mudah pecah, pada saat dicuci dan disetrika. (bisa ditanyakan ke penjual alat sablon), gunakan rakel untuk meratakannya,
  14. Jika dalam pola gambar terdapat lis atau garis di pinggir huruf misalnya, sebaiknya lis dicetak belakangan. Karena harus disesuaikan apabila letak tidak sesuai, dengan cara sistim todong / buka catok,
  15. Jika sudah selesai, sebaiknya screen langsung dicuci dengan sabun krim tentu dengan kain perca sebagai sikatnya. Walaupun menggunakan tinta berbasis air, apabila screen tidak langsung dibersihkan akan sesulit membersihkan tinta berbasis minyak,
  16. Lepas kaos dari triplek jika sudah kering yang sebelumnya dihadapkan dengan kipas angin, hindarkan triplek dari benang-benang sisa jahitan konveksi (bagian dalam kaos) yang menempel karena dapat mempengaruhi hasil sablonan berikutnya.

 selesai duech........tinggal ngerokok and ngopi sambil menikmati hasil sablonan kita........selamat bereksperimen yak.hehehe.........wasalam.