Sabtu, 19 Februari 2011

Jenis - Jenis Sablon Kaos

Berikut akan kita bahas sedikit mengenai informasi jenis2 sablon yg umumnya digunakan dalam industri sablon menyablon kaos..

1. Rubber
Yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.


2. Pigmen
Ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.

3. Plastisol
Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.

4. Glow in the dark
Cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.

5. Reflektif
Cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari bahan 3M.

6. Discharge
Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.

7. Flocking
Cat dengan bentuk jadi seperti beludru.

8. Foam atau cat timbul.
Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.

Separasi proses pemisahan warna disain untuk dijadiin film. Nah jenisnya ada 2 kalo ga salah. Ada yg spor color ato warna blok biasanya ini untuk disain berbentuk vektor, ada yg raster namanya process color. Disebut process color soalnya kalo pake cat plastisol warna2 yg udah dipisahin itu udah ada (udah diproses duluan, maksudnya udah ada yg jual jadinya kita ga perlu nyampur lagi), tapi bisa juga dipake buat cat rubber, tapi ga begitu bagus karena cat palstisol keunikannya adalah bisa ditumpuk pada saat masih basah jadi warnanya bisa nyampur.

Sablon Glitter, Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.

Sablon Foil, Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil yg ada di undangan2 gitulah.

Sablon High Density, Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak presisi sedang foam timbulnya melengkung

High Frequency, sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2 kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch))

Sablon Aspal, Salah satu jenis plastisol. Bentuk jadinya ya kaya aspal,… item (warna laen ada ga yaa?) dan rada2 kasar dan agak mengkilat

Sablon Digital, Untuk saat ini dalam sablon digital dikenal beberapa jenis sebagai berikut :

1. Transfer paper, sablon menggunakan transfer paper dimana kita tinggal mencetak menggunakan printer dekstop dan kemudian memakai strika untuk menempelkan transfer paper tersebut di atas kain. Sablon jenis ini memiliki hasil warna sangat bagus akan tetapi kekuatannya sangat buruk (mudah rontok). Untuk hasil yang lebih bagus kita harus menggunakan jenis transfer paper khusus untuk printer laser, selain tinta tidak luntur hasilnya pun cukup memuaskan. Akan tetapi jenis transfer paper ini cukup mahal dan jarang ada di Indonesia.

2. Sublimasi, sablon sublimasi menggunakan kertas transfer khusus sublim (untuk hasil terbaik) atau kertas HVS biasa. Prosesnya design/gambar di cetak dengan posisi terbalik pada kertas transfer kemudian di press di atas kain. Untuk jenis sablon ini kita harus menggunakan tinta sublim yang pada umumnya memerlukan pengaturan warna ketika melakukan print di kertas transfer agar dihasilkan hasil yang natural. Kelemahan sablon model ini hanya bisa di bahan poliester dan kurang prosesnya menjadi lebih ribet ketika di bahan katun atau bahan berwarna gelap.

3. Flock, proses sablon menggunakan bahan sejenis rubber/karet yang sudah memiliki warna-warna tertentu. Untuk aplikasinya kita tinggal memotong bahan tersebut sesuai dengan design kita kemudian bahan tersebut di-press di atas kain. Kelemahan sablon jenis ini tidak bisa untuk warna gradasi atau full color.

4. Flex, proses sablon menggunakan bahan sejenis rubber/karet yang sudah dicoating sehingga kita dapat mencetak langsung di media tersebut, umumnya tinta yang dipakai dalam proses sablon ini adalah pigment, solvent atau mid-solvent agar hasil sablon tidak luntur kena air ataupun sinar UV. Selain dapat langsung di print bahan ini juga dapat dicutting sehingga kita bisa mendapatkan berbagai jenis bentuk sablonan. Kelemahan dari bahan ini tidak dapat digunakan untuk sablon tulisan dengan ukuran kecil karena bahan akan rusak ketika tulisan tersebut dipotong sesuai konturnya.

Jenis-jenis sablon di atas dapat dikombinasikan dan dengan sedikit kreatifitas maka anda akan dapat membuat sablon-sablon yang sedang trend saat ini misal glow in the dark (menyala dalam gelap), glitter, foil, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar